RSS

Istana Maimun

Kalau dilihat sekilas dari luar, bangunan yang berada di jalan Brigjend Katamso [Medan] ini tampak biasa saja, namun kemegahan yang mempesona akan langsung terasa begitu kita memasukinya.. perpaduan arsitektur eropa dan timur tengah yang terbalut oleh dominasi warna kuning – hijau tampak begitu anggun.Istana Maimun [Maimon Palace] ini dibangun pada tahun 1988 oleh Sultan Makmun Al-Rasid pada masa Kesultanan Deli. dan di arsiteki oleh Theo Van Erp [Arsitek asal Belanda yang juga memimpin pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1907].
Singgasana Sultan di Istana Maimun
dalam pembangunannya, sebagian besar material dan perabotan istana didatangkan dari eropa, bahkan tiap ruangan menggunakan batu marmer yang di impor dari negara yang berbeda. tentu saja hal ini menjadikan Istana Maimun sangat kaya akan perpaduan budaya luar.. meskipun demikian, Istana Maimun tetap tidak menghilangkan corak khas nya sebagai bangunan Melayu. budaya masyarakat melayu tetap terasa di Istana Maimun.

Istana Maimun [Maimon Palace] merupakan salah satu warisan sejarah yang patut dijaga.. namun sepertinya kesadaran masyarakat yang masih kurang lagi-lagi menjadi penyebab tidak terawat nya bangunan bersejarah ini. hal ini terlihat dari kesan pertama yang kita dapat ketika melihat Istana Maimun dari luar, di sekitar kompleks Istana Maimun banyak sampah plastik berserakan, jauh dari kesan bersih.. padahal bangunan ini merupakan sebuah istana, sebuah bangunan bersejarah yang melambangkan kejayaan Kesultanan Deli dan masyarakatMedan di masa lalu.
saat ini Istana Maimun telah menjadi lambang / ikon kota Medan, jalan-jalan ke Medan belum lengkap jika kita tidak mampir ke Istana Maimun.
Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: